081-234-567-890

Mau Pasang Iklan?

Informasikan Bisnis & Usaha Anda di Sini

Showing posts with label Belajar Sains. Show all posts
Showing posts with label Belajar Sains. Show all posts

Thursday, November 1, 2012

Apakah Energi Itu?

Sahabat Indonesia Cerdas...info sains kali ini akan membahas mengenai "apakah energi itu". Materi ini selengkapnya di bahas di kelas VIII semester ganjil. Satu pokok bahasan dengan "usaha".
Sahabat pasti telah mengetahui berbagai contoh energi yang dimanfaatkan saat ini. Hampir semua yang kita lihat atau kerjakan melibatkan energi. Energi itu sesuatu yang agak misterius. Kita tidak dapat menciumnya. Dalam banyak kejadian kita tidak dapat melihatnya. Sebagai contoh, cahaya adalah salah satu bentuk energi, dan tanpa cahaya kita tidak mampu melihat apapun.

Kita juga tidak dapat melihat listrik, tetapi kita dapat melihat akibatnya saat menyalakan lampu, dan kita dapat merasakan akibatnya pada panas yang dihasilkan oleh setrika atau solder. Kita tidak dapat melihat energi dalam makanan pada, tetapi kita dapat melihat dan merasakan akibatnya ketika otot-otot kita menggunakan energi tersebut untuk bergerak.
Jika sebuah bola terbang di udara dan memecahkan jendela, bola tersebut jelas mengubah jendela! Ketika sebuah benda mempunyai kemampuan mengubah lingkungannya, dikatakan benda itu memiliki energi. Bola tersebut mempunyai energi dan melakukan usaha terhadap jendela menyebabkan jendela bergerak. Sehingga, dapat disimpulkan penggunaan energi melibatkan perubahan. Secara fisis, energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha, yakni menyebabkan sesuatu berpindah. Tetapi ketika usaha ditunjukkan, selalu ada perubahan. Hubungan ini memberikan definisi umum yang berguna. Energi adalah kemampuan untuk menyebabkan perubahan.

Monday, October 15, 2012

Bagaimana Cara Membuktikan Adanya Energi Potensial?

Sahabat Indonesia Cerdas, bertemu lagi dengan Info Sains Indonesia Cerdas. Kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana cara membuktikan adanya energi potensial. Seperti yang kita ketahui, energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda karena kedudukannya.

(Sumber Gambar BSE IPA Kelas VIII - Wasis)  

Untuk mengamati energi potensial, kita dapat melakukan kegiatan sederhana berikut! Peganglah sebuah batu. Julurkan tangan ke depan, kemudian lepaskan batu tersebut. Batu akan jatuh menimpa lantai dan kita akan dapat mendengar suaranya. 
Sekarang, berjongkoklah di lantai, kemudian angkat batu kurang lebih 10 cm dari lantai. Kemudian, lepaskan. Kita akan mendengar suara benturan batu dengan lantai lebih pelan. 
Mari kita cermati peristiwa tersebut. Pada suatu ketinggian, batu memiliki energi. Pada saat batu masih dipegang, batu tersebut tidak dapat melakukan usaha. Akan tetapi, ketika dilepaskan dari ketinggian, batu dapat bergerak ke bawah. Berarti, batu tersebut mempunyai energi untuk melakukan gerak. Bentuk energi ini dapat kita buktikan dengan suara benturan batu dengan lantai. Hal ini menandakan energi tersebut telah berubah menjadi energi bunyi. 
Jika batu tersebut dijatuhkan dari ketinggian 10 cm, bunyi akibat benturan batu dengan lantai terdengar lebih pelan. Hal ini menunjukkan bahwa energi dari ketinggian ini lebih kecil daripada energi yang dihasilkan sewaktu kita berdiri. 
Sahabat Indonesia Cerdas, percobaan sederhana tersebut membuktikan adanya energi potensial. Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda karena ketinggian atau kedudukannya. Mudah bukan belajar IPA?

Saturday, October 6, 2012

Mencari Harta Karun, Yuk !

Sahabat Indonesia Cerdas, kali ini kita akan bersama-sama berpetualang dengan sebuah kapal yang sangat besar. Tujuan kita adalah mencari hata karun di dasar lautan. Masalah yang muncul adalah dasar laut tersebut sangat dalam sehingga penyelam tidak mungkin ke sana. Sebagai jalan keluar, kita gunakan gelombang bunyi. Dari atas kapal dikirimkan serangkaian gelombang bunyi ke dasar laut seperti ditunjukkan oleh gambar berikut ini.
(Sumber gambar : BSE CTL IPA, Wasis)

Ternyata gelombang bunyi tersebut merambat dengan kecepatan 1,5 km/s di dasar laut. Ketika mencapai dasar laut,gelombang bunyi tersebut dipantulkan kembali ke kapal dan dicatat oleh alat perekam. Setiap gelombang bunyi akan menempuh jarak yang sama, yakni dari kapal ke dasar laut dan dari dasar laut kembali ke kapal.
Setelah beberapa hari, tim kita berhasil mengumpulkan berlembar-lembar data.Selanjutnya sahabat diminta menafsirkan data tersebut. Jika tersedia peta dasar laut dan data waktu pantul gelombang bunyi, maka :

  1. Bagaimana sahabat menentukan kedalaman dasar laut pada setiap titik di sekitar kapal penyelidik itu?
  2. Apakah sahabat akan mampu menemukan harta karun tersebut?

Silahkan berdiskusi menyelesaikan masalah ini, ya ! Selamat belajar !

Wednesday, October 3, 2012

Sabuk pengaman bagi pengendara mobil, mengapa diperlukan?

Sahabat Indonesia Cerdas, info sains kali ini akan membahas mengenai "Mengapa orang yang mengendarai mobil perlu menggunakan sabuk pengaman". Tentu sahabat pernah melihat atau mendengar anjuran menggunakan sabuk pengaman pada saat mengendarai mobil bukan?
Ternyata,  luka parah dan kematian pada penumpang akibat kecelakaan mobil dapat dicegah. Caranya adalah dengan menggunakan sabuk pengaman yang menyilang pada bahu, dada, dan pangkuan penumpang. Sebenarnya, apa yang terjadi dalam sebuah tabrakan? 
Apabila sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan sekitar 50 km/jam menabrak benda besar yang padat, mobil tersebut akan ringsek dan berhenti mendadak dalam waktu sekitar 0,1 s. Karena kelembamannya, penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman akan terus bergerak maju dengan kecepatan 50 km/jam, sama dengan kecepatan mobil tersebut. Tahukah sahabat bahwa kecepatan ini kurang lebih sama dengan kecepatan penumpang itu apabila jatuh dari lantai tiga sebuah gedung! Dalam waktu sekitar 0,02 s setelah mobil berhenti, penumpang itu akan membentur dashboard, kemudi, atau bagian belakang kursi di depannya.

Penumpang yang mengenakan sabuk pengaman akan tetap tertahan di kursi. Penumpang itu akan melambat seiring dengan melambatnya mobil. Gaya yang diperlukan untuk memperlambat seseorang dari 50 km/jam menjadi nol dalam waktu 0,1 s sama dengan 14 kali beratnya. Sabuk pengaman itu “memberi” sedikit waktu tambahan untuk melambat bagi penumpang itu, pada saat sabuk sedikit meregang menahan orang tersebut. Di samping itu, sabuk tersebut juga menyebarkan gaya, sehingga gaya itu tidak memusat hanya pada satu bagian tubuh orang tersebut. Sekarang sudah jelas, kan?

Sunday, September 30, 2012

Bagaimana Cara Mengukur Jarak Benda-Benda Langit?

Sahabat Indonesia Cerdas, info sains kali ini akan membahas mengenai “bagaimana cara mengukur jarak benda-benda langit”. Seperti yang kita ketahui, bahwa para ilmuwan telah menetapkan jarak benda-benda langit. Misalnya, jarak bumi dari matahari adalah 150.000.000 kilometer. Contoh lainya yaitu jarak bumi dan bulan sekitar 378.000.000 meter. Sebenarnya, bagaimana cara mengukur jarak benda-benda langit ?
(Sumber Gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-dSH4IBAr6Dr8fxFQqYelqRcn7sxP4jPSGTa93Cpo4NgPD-ZX5iSpiG5LdXixFpvqEdbKjriQ5APP_1BoubtHKz2Wv-57aIMKmGB0fOjInq1Xx_70L_oZ9uSGJObjTleWAKKEE-L9jOc/s1600/tata+surya+2.jpg)

Para ilmuwan telah menemukan bahwa cahaya merambat dengan laju 299.792.500 meter persekon. Sekitar tahun 1970-an, astronot Amerika berhasil memasang reflektor (alat pemantul) cahaya di bulan. Kemudian, cahaya laser dengan intensitas yang sangat kuat dipancarkan dari bumi menuju bulan. Di bulan cahaya dipantulkan oleh reflektor sehingga merambat kembali ke bumi. Waktu yang dibutuhkan cahaya laser sejak meninggalkan bumi hingga kembali lagi dicatat dengan akurat, maka jarak antara bumi dan bulan dapat ditentukan, yaitu sekitar 378.000.000 meter. Para ahli astronomi telah menetapkan satuan pengukuran khusus untuk menyatakan jarak benda-benda di ruang angkasa, yaitu tahun cahaya. Satu tahun cahaya sama dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya selama satu tahun, bila dinyatakan dalam satuan SI kira-kira sama dengan 9.500.000.000.000.000 meter atau 9,5 trilyun kilometer. Jarak galaksi Andromeda kira-kira 2 juta tahun cahaya dari galaksi kita.

Sunday, September 23, 2012

Apakah Perbedaan Berat dan Massa Benda itu?

Sahabat Indonesia Cerdas, info sains kali ini akan mengupas mengenai perbedaan berat dan massa benda. Mengapa tema ini diangkat? Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sering salah mengenai berat dan massa. Apakah berat benda itu juga massa benda?
Seperti yang telah kita pelajari di kelas VII bahwa berat dan massa merupakan besaran yang berbeda. Massa diukur dalam satuan kilogram, sedangkang berat diukur dengan satuan Newton. Sebagai contoh orang sering menyatakan berat sekarung beras adalah 25 kg, padahal yang dimaksud adalah massa sekarung beras adalah 25 kg. Lalu apa perbedaan berat dan massa benda?
Berikut ini perbedaan antara berat benda dan massa benda :

  1. Massa benda merupakan ukuran banyaknya zat yang terkandung dalam suatu benda, sedangkan berat benda merupakan gaya gravitasi yang bekerja pada benda tersebut. 
  2. Massa benda nilainya tidak berubah di mana pun tempatnya, sedangkan berat benda nilainya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi. 
  3. Massa benda dinyatakan dalam satuan kilogram, sedangkan berat benda satuannya Newton. 
  4. Massa benda diukur dengan neraca, sedangkan berat benda diukur dengan neraca pegas

Friday, September 21, 2012

Mengukur Suhu dengan Tangan, Bisakah?

Sahabat Indonesia Cerdas, info sains kali ini kita akan membahas mengenai mengukur suhu. Seperti yang telah kita pelajari bahwa untuk mengukur suhu diperlukan alat yang disebut termometer. Pertanyaan yang akan kita jawab adalah bisakah mengukur suhu dengan tangan kita?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita lakukan percobaan sederhana berikut : Sediakan tiga buah ember, kita sebut ember A, ember B, dan ember C. Kemudian isi ember A dengan air es, lalu isi ember B dengan air sumur, dan isi ember C dengan air hangat.
Masukkan tangan kanan ke ember A dan tangan kiri ke ember C. Setelah itu secara bersamaan masukkan kedua tangan ke ember B. Apa yang kamu rasakan? Ketika kamu memasukkan tangan kananmu ke ember A, ternyata tanganmu terasa dingin. Sedangkan tangan kiri yang kamu masukkan pada ember C, terasa hangat. Ketika kamu memindahkan kedua telapak tanganmu dengan cepat dan memasukannya pada ember B, ternyata tangan kanan yang tadinya merasakan dingin akan berubah merasakan hangat, sedangkan tangan kiri yang tadinya merasakan hangat akan terasa dingin. Mengapa demikian? Hal ini menunjukkan bahwa tangan kita tidak dapat menyatakan suhu suatu benda dengan tepat, juga karena jangkuan perasaan kita terbatas. Oleh karena itu manusia menciptakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur suhu dan besarnya suhu dapat dilihat dari angka yang ditunjukkan. Alat itu disebut termometer.

Friday, September 7, 2012

Bagaimana Terjadinya Petir?

Sahabat Indonesia Cerdas...Bagaimana kabarnya? Info Sains kali ini akan mengupas mengenai bagaimana terjadinya petir. Tentu kita sudah mengetahui tentang petir, bukan ?
Petir atau sering disebut halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan(loncatan) muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Wednesday, September 5, 2012

Menyalakan Kompor dengan Air, Bisakah ?

Liburan akhir semester ini dimanfaatkan oleh Salma, Wafa, Aisy, dan Zulfa untuk berkemah. Di hari terakhir kegiatan perkemahan bahan perbekalan sudah menipis. Bahkan, persediaan minyak tanah telah habis sama sekali. Ketika mereka sedang memasak, kobar api terlihat semakin kecil. Padahal mereka mulai merasakan lapar.
"Wah....kita kehabisan minyak nih!", kata Salma.
"Apa iya....coba kulihat !" sahut Wafa sambil menggoyang kompor kemudian membukanya.
Ternyata sumbu kompor terlihat menggantung. Meskipun sedikit, tetapi sebenarnya minyak masih ada. Karena sumbu tidak mencapai minyak, maka tidak bisa dipakai untuk memasak lagi.
"Waduh, kita harus memasak pakai kayu nih", ujar Salma.
"Ditambah air saja!", Zulfa memberikan pendapatnya.
Teman-temannya heran dengan usul Zulfa. Menyalakan kompor dengan air, bisakah?
Zulfa pun segera menuangkan air ke dalam kompor dengan jumlah tertentu. Ditunggunya beberapa saat, kemudian kompor dinyalakan kembali. Ternyata kompor itu benar-benar menyala. Masakan akhirnya dapat matang tepat waktu. Mereka pun dengan lahap menikmati makan siang mereka menjelang penutupan kegiatan perkemahan.

Mengapa air bisa dipakai untuk menyalakan kompor? Benarkah air yang membuat kompor itu kembali menyala?

Untuk menjawabnya kita akan kembali ingat pada konsep massa jenis benda. Massa jenis minyak tanah lebih kecil dibanding massa jenis air. Selain itu, menurut sifatnya minyak tidak bisa bercampur dengan air. Ketika air ditambahkan dalam kompor maka air akan terpisah dengan minyak. Minyak mempunyai massa jenis lebih kecil daripada air. Sehingga, minyak akan berada di lapisan atas.

Minyak pun dapat menjangkau ujung sumbu dan naik ke ujung atas karena adanya peristiwa kapilaritas. Dengan demikian api akan kembali menyala. Menarik bukan belajar sains ?

Friday, August 24, 2012

Mengapa Kita Perlu Belajar Fisika ?

Sahabat Indonesia Cerdas, kita bertemu lagi untuk membahas mengenai dunia sains. Kali ini akan kita kupas mengenai “mengapa kita perlu belajar fisika”. Jika kita membicarakan mengenai fisika, tentu akan teringat dengan mata pelajaran yang selama ini dirasa sulit oleh sebagian siswa. Padahal, fisika membahas sesuatu yang ada di sekitar kita. Jika kita mengetahui mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi tentu akan menyenangkan bukan?

Belajar sains khususnya fisika adalah belajar memahami apa, mengapa, dan bagaimana sesuatu itu bisa terjadi. Sesuatu yang ada dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, sains fisika ada di sekitar kita.
Sebagai contoh ketika kita berada di jalan raya, maka berbagai kendaraan yang melaju di jalan raya bisa kita pahami dengan konsep gerak. Mobil yang sedang dicuci dan diangkat dengan dongkrak hidrolik menerapkan sains fisika yaitu konsep tekanan. Begitu juga pemasangan kaca jendela maupun pemasangan rel kereta api, semuanya menerapkan sains fisika yaitu konsep pemuaian. Untuk membedakan benda yang satu dengan yang lainnya maka digunakan konsep massa jenis. Ultrasonografi(USG) maupun alat untuk mengukur kedalaman laut pun menggunakan sains fisika yaitu konsep bunyi.Masih banyak lagi contoh penerapan sains fisika dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dengan memahami sains fisika kita akan lebih maju dan mampu mengatasi segala permasalahan yang ada di sekitar kita. Itulah mengapa kita perlu belajar fisika.

Tuesday, August 21, 2012

Bagaimana Cara Membuktikan Kemurnian Emas?

Jika kita bertanya "Bagimana cara membuktikan kemurnian emas" tentu kita akan langsung teringat dengan Archimedes. Ya, dengan diiringi ungkapan "Eureka....eureka" Archimedes berhasil menemukan cara membuktikan kemurnian emas.
Percobaan Archimedes berawal dari perintah Raja Syracuse kepadanya agar memeriksa apakah mahkota raja yang dibuat perajin emas memang benar-benar terbuat dari emas murni yang ia berikan. Sang Raja curiga mahkota telah dicampur dengan bahan lain. Padahal Raja telah memberikan emas murni pada perajin dalam jumlah yang cukup.
Jika tugas tersebut diberikan kepada kita pada saat ini tentu dengan mudah kita dapat membuktikannya. Tetapi, di jaman dulu tentu saja Archimedes harus berpikir keras untuk bisa menemukan cara membuktikan kemurnian emas.
Archimedes memulai pembuktiannya dengan menimbang mahkota tersebut. Ternyata, setelah ditimbang tidak ada yang salah dengan mahkota itu. Massa emas murni sama dengan massa mahkota itu.
Archimedes melanjutkan pemeriksaan dengan mencermati massa satu kilogram emas dan satu kilogram perak. Ternyata, satu kilogram emas memiliki volume yang lebih kecil dibanding volume satu kilogram perak. Artinya, bila emas dicampur dengan perak maka akan menyebabkan perubahan volume. Archimedes pun bergumam, "Satu-satunya cara aku harus mengukur volume mahkota ini, tapi bagaimana caranya?"



Cara mengukur volume benda yang bentuknya tidak teratur dia temukan setelah di mandi. Ketika mandi ia mengamati setiap orang masuk dalam bak mandi maka permukaan air akan naik. Peristiwa itu semakin jelas ketika ia menceburkan badannya, air dalam bak meluap ketika ia masuk. Air dalam bak mandi didesak oleh tubuhnya. Archimedes pun tanpa sadar meloncat keluar dari bak mandi sambil berteriak girang "Eureka..eureka..!", yang artinya "aku sudah menemukan".
Archimedes pun melanjutkan penelitiannya dengan memasukan mahkota ke dalam bejana yang terisi penuh dengan air. Sebagian air pun tumpah. Kemudian ia memasukkan emas murni ke dalam bejana yang terisi penuh dengan air. Sebagian air pun tumpah. Archimedes membandingkan volume air yang dipindahkan antara mahkota dengan emas murni berbeda. Air yang tumpah saat emas murni dimasukkan lebih sedikit daripada air yang tumpah saat mahkota dimasukkan bejana. Artinya, mahkota telah dicampur dengan bahan lain.
Begitulah sejarah penelitian pertama mengenai massa jenis suatu benda. Untuk menentukan kemurnian emas maka perlu diteliti massa dan volumenya. Perbandingan massa dan volume harus sama dengan massa jenis emas. Mudah bukan ?

Saturday, August 4, 2012

Mengapa Kelelawar Tidak Bertabrakan Ketika Terbang di Malam Hari ?

Sahabat Indonesia Cerdas, kali ini kita akan melanjutkan belajar kita mengenai mengapa kelelawar tidak bertabrakan ketika terbang di malam hari. Tentu kalian sudah tahu kelelawar bukan ? Ya, benar. Kelelawar adalah salah satu binatang yang keluar di malam hari.

Kelelawar memiliki kemampuan untuk memancarkan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik adalah gelombang bunyi yang berada pada frekuensi di atas 20.000 Hz. Contoh binatang yang dapat memancarkan dan menerima gelombang ini adalah kelelawar dan lumba-lumba. Itulah mengapa kelelawar tidak bertabrakan ketika terbang di malam hari. Kelelawar memancarkan dan menerima gelombang ultrasonik untuk menentukan arah terbangnya. Sedangkan, lumba-lumba memancarkan dan menerima gelombang ultrasonik untuk menentukan arah renangnya.
Sekarang sudah bisa dipaham, bukan ? Yuk, terus belajar sains agar lebih memahami dunia ini!

Saturday, June 2, 2012

Bisakah kita hidup di Venus ?

Venus merupakan planet di urutan kedua dari Matahari. Planet ini tampak sangat mengkilap karena memiliki atmosfer yang tebal seperti awan putih yang menyelubunginya. Awan tersebut terbentuk dari pembakaran asam sulat panas.
Venus sering disebut sebagai bintang pagi atau bintang senja karena terlihat berkilauan di timur pada saat Matahari terbit dan pada saat Matahari tenggelam di ufuk barat.



Suhu pada siang hari di Venus mencapai 500 derajat Celcius. Karena suhu setinggi ini, maka tidak ada yang dapat hidup di planet ini. Coba bandingkan dengan suhu di sekitar kita, sangat besar selisihnya bukan ?

Sunday, April 29, 2012

Mengapa Pluto Tidak Termasuk Planet dalam Tata Surya Kita?

Tata surya kita terdiri atas bintang, planet, komet, asteroid dan benda-benda langit lain yang membentuk satu sistem. Pusat sistem tata surya kita adalah matahari.
Sejak ditemukannya Pluto pada tahun 1930, para astronom memasukkan Pluto dalam kategori planet dalam tata surya kita, sehingga sampai tahun 2006 ada sembilan planet dalam tata surya kita. Namun, dalam konferensi tanggal 24 Agustus 2006 di Cekoslovakia, para astronom yang tergabung dalam organisasi astronomi internasional (International Astronomical Union, IAU), memutuskan bahwa pluto tidak termasuk dalam kategori planet.


Menurut para astronom, benda langit bisa dikategorikan sebagai planet jika memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Mempunyai ukuran diameter lebih besar dari 2.000 km, berbentuk bulat, dan
  2. Memiliki orbit yang tidak memotong orbit planet lain.

Orbit Pluto sedikit di bawah orbit Neptunus. Ukuran planet Pluto jauh lebih kecil dari delapan planet lainnya dalam sistem tata surya. Ukuran planet Pluto bahkan lebih kecil dari pada satelit (bulan) dari sistem tata surya (bulan dari bumi, bulan dari Yupiter: Io, Europa, Ganymede, Callisto, Titan dan Tritan).
Sehingga berdasarkan hasil kajian para astronom modern,terdapat 8 (delapan) planet dalam tata surya kita, yaitu Merkurius,Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, yang selalu beredar mengelilingi matahari.

Wednesday, April 18, 2012

Bagaimana Rabun Dekat Bisa Terjadi ?

Belajar sains kali ini akan membahas mengenai rabun dekat. Tahu kan tentang rabun dekat? Rabun dekat terjadi jika mata tidak dapat melihat benda yang jaraknya dekat. Hal ini dikarenakan fokus lensa mata mempunyai jarak yang terlalu panjang. Akibatnya bayangan akan jatuh di belakang retina.
Rabun disebut juga hipermetropi. Orang yang menderitanya akan kesulitan melihat benda-benda yang jaraknya dekat. Benda yang terlihat oleh orang yang menderitanya akan tampak buram.
Untuk membantu penderita rabun dekat, lensa mata perlu diberi bantuan sedemikian rupa agar bayangan yang dibentuk oleh lensa mata jatuh tepat pada retina. Mereka membutuhkan kacamata dengan lensa cembung.

Peranan lensa kacamata cembung adalah agar bayangan yang tadinya jatuh di belakang retina dapat maju sehingga jatuh tepat pada retina.
Agar tidak terkena rabun dekat maka mari kita gunakan mata kita dengan baik. Mudah bukan ?

Friday, April 13, 2012

Mengapa Paku Ujungnya Runcing ?


Jika membaca judul artikel kali ini bisa jadi kita bertanya-tanya mengapa hal ini ditanyakan. Atau bisa jadi juga kita bertanya-tanya, "iya, mengapa ya setiap paku ujungnya pasti runcing".
Untuk menjawab pertanyaan ini tentu kita ingat dengan konsep "tekanan" pada mata pelajaran IPA. Besar kecilnya tekanan yang diberikan oleh suatu benda dipengaruhi oleh dua faktor :
  1. Besarnya gaya yang diberikan
  2. Besarnya luas bidang sentuh
Keduanya memiliki pengaruh yang berkebalikan. Besarnya tekanan sebanding dengan besarnya gaya yang diberikan dan berbanding terbalik dengan besarnya luas bidang sentuh. Artinya, semakin besar gaya(pukulan) yang kita berikan melalui palu maka akan menghasilkan tekanan yang semakin besar. Sebaliknya, jika kita memberikan gaya (pukulan palu) yang semakin kecil maka akan menghasilkan tekanan yang lebih kecil.


Jika luas bidang sentuh(ujung paku) semakin besar maka akan mengasilkan tekanan yang kecil. Sebaliknya, jika ujung paku semakin kecil (runcing) maka akan menghasilkan tekanan yang lebih besar. Itulah mengapa ujung paku selalu runcing. Mudah dipahami bukan ?

Thursday, March 1, 2012

Hari Tanpa Bayangan Matahari, Bagaimana Bisa Terjadi ?

Bagaimana mungkin ada hari tanpa bayangan matahari ?, Fenomena alam ‘hari tanpa bayangan matahari’, tentu tidak terjadi begitu saja. Fenomena ini terjadi ketika deklinasi matahari sama dengan lintang tempat tersebut.


Fenomena hari tanpa bayangan matahari di suatu tempat terjadi ketika deklinasi matahari sama dengan lintang di tempat itu. Deklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh jarum kompas dengan arah utara. Fenomena ini hanya terjadi di saat tengah hari di masing-masing waktu di wilayah tersebut.
Fenomena ini merupakan fenomena rutin tiap tahun. Di mana saja bisa terjadi. Karena setiap tahun matahari itu seolah-olah bergerak dari utara ke selatan. Untuk mengetahui daerah mana saja dan tanggal berapa akan terjadi fenomena ‘hari tanpa bayangan matahari’ tersebut, ada perhitungannya. Menarik bukan ?

Friday, December 2, 2011

Bagaimana Tuas(pengungkit) Mempermudah Pekerjaan Kita ?

Tuas atau pegungkit merupakan salah satu pesawat sederhana berupa batang yang dapat berputar pada satu titik tumpu. Tuas atau pengungkit dibedakan dalam 3 jenis :
Tuas jenis I : Titik tumpu di antara beban dan kuasa
Tuas jenis II : Beban di antara titik tumpu dan kuasa
Tuas jenis III : Kuasa di antara titik tumpu dan beban.

Dengan menggunakan pengungkit pekerjaan berat dapat menjadi ringan karena tenaga yang dikeluarkan lebih sedikit. Contohnya untuk melepas paku yang menancap pada kayu lebih mudah menggunakan linggis atau catut daripada ditarik langsung dengan tangan.

Besarnya keuntungan menggunakan pesawat sederhana disebut dengan keuntungan mekanis. Keuntungan mekanis pengungkit merupakan perbandingan lengan kuasa dan lengan beban. Keuntungan akan besar jika lengan kuasa semakin panjang atau lengan beban semakin pendek.
Fisika itu mengasyikan, ya?

Tuesday, November 29, 2011

Mengapa Ketika Mobil Berhenti Mendadak, Tubuh Kita terdorong ke Depan ?

Sore ini Zulfa bisa bernapas lega karena mendapat kesempatan jalan-jalan sore bersama ayahnya. Dia pun duduk tepat di samping ayahnya yang mengendarai mobil. Sang ayah mengendarai mobil dengan kencangnya, hingga ketika tiba di depan sebuah toko sang ayah menghentikan mobilya secara mendadak karena ada kakek tua yang tiba-tiba menyeberang jalan.
Ketika mobil di rem mendadak maka tubuh Zulfa dan sang ayah terdorong ke depan. Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Gejala ini merupakan contoh penerapan konsep kelembaman atau inersia, yang pertama kali dikemukakan oleh Sir Isaac Newton, dan dikenal dengan Hukum I Newton. Ketika kita berada di dalam mobil yang bergerak lurus , kita dikatakan berada dalam keseimbangan, artinya resultan gaya-gaya yang bekerja jumlahnya nol. Ketika mobil berhenti mendadak, gaya yang bekerja tidak seimbang lagi, tubuh kita ingin bergerak terus mempertahankan keseimbangan, sehingga tubuh kita akan terasa terdorong ke depan.

Ternyata konsep Fisika asyik dipelajari, ya ?

Saturday, November 26, 2011

Hujan, Bagaimana prosesnya ?

Setelah sekian lama menunggu akhirnya kita bertemu kembali dengan musim hujan. Ya...musim yang ditunggu-tunggu oleh jutaan petani kita. Musim di mana para petani tadah hujan memulai aktivitas menanam di ladang atau sawah.
Sebagian dari kita tentu sudah mengetahui bagaimana proses turunnya hujan. Tetapi, bisa jadi sebagian yang lainnya juga belum mengetahui prosesnya. Baiklah.....mari kita belajar bersama !

Sebagaimana yang kita ketahui hujan turun setelah terbentuknya awan. Pada saat air terkena panas sinar matahari, air menguap dan terbawa oleh angin kemudian terkumpul membentuk awan. Apakah Awan itu?
Awan adalah kumpulan dari uap air. Selain uap air, di dalam awan juga terkumpul partikel lain seperti debu.
Lalu mengapa awan berubah menjadi air hujan?
Pada saat awan mencapai ketinggian tertentu, suhu menjadi dingin, sehingga uap air tersebut akan mengembun dan menetes menjadi air hujan. Inilah proses bagaimana turunnya hujan, mulai dari penguapan kemudian terbentuk awan hingga berubah menjadi air hujan.
Semoga bermanfaat, ya....Yuk, terus belajar !
Punya informasi terbaru yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- https://t.co/quGl87I2PZ
Mau langganan informasi?